Labuan Bajo – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama KADIN Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) regional di Gedung ITDC The Golo Mori, Labuan Bajo. Tema kerja sama ini: “Merajut Kembali Persaudaraan Sunda Kecil.” Ketua Umum KADIN NTT, Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA., hadir bersama Ketua APINDO NTT Bobby Pitoby dan Wakil Ketua Umum Bidang Hukum KADIN NTT, Francisco Bessie. Acara juga dihadiri sejumlah asosiasi dunia usaha, antara lain HIPMI NTT, ASITA, PHRI, HPI, dan APTRINDO, sebagai dukungan terhadap inisiatif tiga gubernur: Bali, NTB, dan NTT. Bobby Lianto menyampaikan apresiasi atas langkah strategis ketiga gubernur dan menegaskan dukungan penuh KADIN NTT. Salah satu program prioritas yang akan dijalankan adalah misi dagang antarprovinsi, yang mempertemukan pengusaha dari ketiga wilayah untuk saling mengenal dan mempelajari potensi masing-masing daerah. “Kami akan melakukan misi dagang ke Bali dan NTB, begitu pula pengusaha dari Bali dan NTB akan datang ke NTT. Ini menjadi titik awal perkenalan antardaerah sekaligus memperkenalkan potensi lokal,” ujar Bobby. Ia menekankan pentingnya pengusaha hadir langsung di daerah tujuan untuk memahami peluang dan mengembangkan naluri bisnis. Ke depan, berbagai konsep kerja sama yang saling mendukung antarprovinsi akan dirumuskan, termasuk kebijakan khusus yang membuka peluang baru dalam perdagangan dan pengembangan industri hilirisasi. Beberapa langkah awal KADIN NTT antara lain: suplai pohon sengon dari Pulau Sumba, Flores, dan Timor untuk kebutuhan industri tripleks di Lombok, serta pengembangan pariwisata berbasis sea tourism dengan kapal pinisi dan kapal antarpulau yang menghubungkan Bali, Lombok, dan Labuan Bajo. PKS ini berfokus pada lima pilar utama yakni konektivitas dan transportasi udara, laut, dan darat, pariwisata dan ekonomi kreatif, energi terbarukan, perdagangan dan ekspor, dan perencanaan pembangunan yang bersinergi Bobby Lianto berharap kerja sama regional ini dapat mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap Pulau Jawa. Sinergi antarprovinsi diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi merata, memanfaatkan keunggulan masing-masing wilayah. NTT, misalnya, tidak hanya memiliki Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan, tetapi juga posisi strategis Pulau Timor sebagai pintu gerbang selatan menuju Timor Leste dan Australia. (*/gma) Komentar ANDA?