Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

BSSA Perkuat Garda Keamanan Pariwisata Bali, Awasi WNA dan Antisipasi Penipuan

NusaBali.com - Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (tengah) bersama pengurus BSSA Bali periode 2026-2030 yang dikukuhkan di Denpasar, Rabu (28/1/2026). -MAYA  28 Jan 2026 19:29:49  •  370 DENPASAR, NusaBali.com — Bali Solidity Security Association (BSSA) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan, Rabu (28/1/2026). Organisasi ini diharapkan memperkuat peran satuan pengamanan (satpam) di sektor pariwisata, khususnya dalam mencegah penipuan serta memperketat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di lingkungan hotel, restoran, dan usaha wisata lainnya. Ketua BSSA Putu Ngurah Suadnyana mengatakan ruang gerak anggota BSSA memang terbatas di lingkungan kerja masing-masing, namun memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membantu kepolisian menjaga keamanan pariwisata Bali. “Pergerakan kami hanya di lingkungan kerja, tapi kami membantu kepolisian untuk pengamanan dan pelaporan orang asing dari tingkat hunian hotel. Ini untuk mengantisipasi hal-hal seperti penipuan dan kasus tamu tidak membayar,” ujarnya usai pengukuhan yang dilaksanakan di Four Star Hotel Denpasar.Saat ini, jumlah anggota BSSA tercatat sebanyak 91 orang yang seluruhnya berasal dari sektor pariwisata, mulai dari hotel, restoran, hingga usaha penunjang industri wisata lainnya. Menurut Suadnyana, persoalan paling krusial yang kerap dihadapi pelaku usaha adalah tamu yang menginap atau menggunakan jasa namun tidak melakukan pembayaran, termasuk kasus kartu kredit bermasalah.Ketua BSSA Putu Ngurah Suadnyana.“Modusnya bisa check-in di hotel atau makan di restoran, lalu tidak bayar dan pindah ke tempat lain. Karena itu kami butuh koordinasi cepat antar pelaku usaha,” jelasnya. Koordinasi tersebut dilakukan melalui jaringan komunikasi internal seperti grup WhatsApp, email, dan surat resmi antaranggota untuk saling berbagi informasi jika terjadi insiden.Selain komunikasi internal, BSSA juga mendukung pemanfaatan aplikasi Cakrawasi, sistem pelaporan WNA yang terintegrasi langsung dengan Polda Bali. Aplikasi ini digunakan untuk melaporkan kedatangan dan kepindahan tamu asing di setiap akomodasi. “Setiap WNA yang check-in kami input data paspornya ke aplikasi, begitu check-out juga kami laporkan. Jadi pergerakan mereka bisa terpantau sampai kembali ke negaranya,” kata Suadnyana.Ia mengakui sistem tersebut masih memerlukan penyempurnaan dan sosialisasi lanjutan agar lebih mudah digunakan petugas di lapangan. Ke depan, BSSA juga membuka peluang kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau lembaga sertifikasi lain untuk meningkatkan kompetensi SDM keamanan. “Security sekarang harus multitalenta, dari K3, kebakaran, hingga pengamanan umum. Profesi ini sebenarnya punya masa depan yang cerah,” ujarnya.Sementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Bali, Kombes Pol. Suwandi Prihantoro  menyampaikan keberadaan BSSA diharapkan memperkuat sinergi antara pelaku usaha dan kepolisian, terutama dalam pengawasan WNA. Ia menyebut sepanjang 2025 tercatat 324 WNA terlibat tindak pidana, dengan sekitar 240 orang di antaranya sebagai korban. Dengan penguatan sistem pelaporan, angka tersebut diharapkan dapat ditekan pada 2026.Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menegaskan keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan faktor utama menjaga kepercayaan Bali sebagai destinasi internasional. “Security adalah bagian dari unit kerja usaha. Perannya penting menjaga keamanan tanpa melanggar privasi tamu, dengan pendekatan yang tetap humanis,” tegasnya. Ia menilai kolaborasi manajemen usaha dan petugas keamanan perlu terus diperkuat agar pengamanan berjalan profesional sekaligus ramah. *may Penulis : Editor : MAO Halaman: 1 Komentar Berita Terkait Sponsored Baca Juga Cover Hari Ini Nusa Ning Nusa Kolom Konsultasi Pojok Iklan