Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

BSSA diminta bantu awasi wisman lewat Cakrawasi Polda Bali

Polda Bali dan PHRI Bali minta BSSA bantu pengawasan WNA lewat aplikasi Cakrawasi, Denpasar, Rabu 28/1/2026. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari. Denpasar (ANTARA) - Bali Solidarity Security Association (BSSA) atau asosiasi satpam hotel dan restoran di Bali diminta membantu mengawasi pergerakan wisatawan mancanegara melalui aplikasi Cakrawasi. “Bali kan etalase pariwisata Indonesia dimata dunia, jadi bersama polisi, BSSA akan membantu menjalankan aplikasi Cakrawasi untuk pengawasan orang asing,” kata Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Bali Kombes Pol Suwandi Prihantoro. Kombes Pol Suwandi di Denpasar, Rabu, mengatakan dengan bantuan asosiasi satpam di industri pariwisata ini akan membantu menekan kasus pada WNA baik yang bersangkut sebagai pelaku maupun korban. “Keamanan adalah hal utama untuk pariwisata di Bali, tanpa keamanan mustahil pariwisata tumbuh apalagi mewujudkan pariwisata aman berkelanjutan sekarang tantangannya bergeser dari keamanan tradisional jadi kriminalitas yang bisa melibatkan wisman selain jadi korban, juga jadi pelaku kejahatan,” ujarnya. Polda Bali mencatat sepanjang 2025 saja sebanyak 249 WNA terlibat sebagai pelaku kejahatan, dan Januari 2026 ini sudah bertambah 12 orang. Kemudian WNA sebagai korban sebanyak 345 orang sepanjang 2025 dan Januari 2026 ini sudah bertambah 13 orang. “Beberapa isu menonjol dalam hal penyalahgunaan izin tinggal, bekerja ilegal, buka bisnis tanpa izin, termasuk perkelahian sesama WNA, bahkan jaringan narkoba, mabuk-mabukan, dan kasus asusila,” kata dia. Nantinya dengan memanfaatkan aplikasi Cakrawasi besutan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Bali maka para satpam dapat rutin melaporkan setiap WNA yang dilayani di hotel maupun restoran. Selain membantu kerja Polda Bali, Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menambahkan bahwa BSSA juga membantu di sektor pariwisata. PHRI Bali mencatat selama ini kerap kali masalah yang ditimbulkan wisman terjadi di area pariwisata baik hotel maupun restoran, sehingga satpam menjadi garda terdepan menangani itu. “Kami menaruh harapan BSSA untuk menjaga Bali ya karena kejahatan kriminal terjadi di tempat-tempat usaha, tinggal bagaimana dia berkolaborasi dengan manajemen hotel, sehingga perannya betul-betul menjaga keamanan sekaligus tidak sampai mengganggu privasi wisatawan,” kata dia. Ketua BSSA Putu Ngurah Suadnyana kemudian menyatakan siap membantu kepolisian dan stakeholder pariwisata. “Kami membantu kepolisian mengamankan dan pelaporan orang asing dari tingkat hotel dan restoran kami jadi untuk mengantisipasi beberapa hal seperti penipuan,” ucapnya. Selama ini anggota satpam tersebut paling sering mendapati wisman yang melakukan penipuan demi tidak membayar fasilitas yang telah digunakan. Dengan aplikasi Cakrawasi, kini mereka tidak hanya mendata wisman bermasalah, namun keseluruhan wisatawan yang keluar masuk hotel dan restoran. Skemanya, para satpam dalam BSSA akan memasukkan data WNA setiap masuk dan keluar hotel. Ketika WNA tersebut pindah tempat maka anggota lainnya juga akan mendata, sehingga Bali memiliki data pergerakan setiap WNA. Data tersebut akan mempermudah polisi mencari tahu lokasi WNA bermasalah, sekaligus pihak hotel dan restoran dapat waspada ketika WNA dengan catatan negatif berkunjung.